Langsung ke konten utama

Postingan

Trust Issue

Pemerintah saat ini ya, gimana bisa dipercaya kalo bikin kebijakan lebih banyak menyebalkannya.  Bikin aturan untuk bikin senang penguasa saja, amnesia kalau mereka naik karena dipilih orang yang mempercayakan suaranya ada mereka. Legislatif, eksekutif, judikatif sama semua.  Teori-teori pemerintahan amblas semua.  Hukum jadi dijadikan permainan. Sekarang kekerasan pula dijadikan pembenaran untuk menunjukkan power.  Picik sekali. Masyarakat yang mengkritik malah dibilang anjing.  Media yang mengkritik diancam dengan potongan tubuh binatang.  Apa mereka justru mau menunjukkan kelakuannya yang seperti babi dan tikus? Aku jadi skeptis dengan tempatku bekerja.  Rasanya ingin melangkah keluar saja dari lingkaran hitam ini. dari tingkatan atas sampai bawah-- larinya ke politik tai kucing semua.
Postingan terbaru

Apa harus?

Kejadian akhir-akhir ini, di negara ini, benar-benar menguras emosi.  Kebijakan yang semau-maunya, entah atas dasar apa.  Brutal. Pemerintah, yang diharapkan sebagai penjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, malah semakin menunjukkan sikap untuk tak layak dipercaya. Akupun akhirnya jadi ngaca. Dan malu. Haruskah aku mundur dan menikmati hidup dari sisi lain saja.  Politik di negeri ini melelahkan.  Mending bebas berkeliaran, bebas dari aturan yang entah dibikin untuk apa.

Template

Saat mengecek berkas acara, aku menyadari sesuatu, bahwa aku baru benar-benar bisa bekerja kalau ada memiliki template.   Sebenarnya hal ini sudah aku ketahui sejak lama, tapi baru benar-benar ngeh  kalau itu namanya template *mbulet* Semisal saat sekolah, aku tak bisa mengerjakan soal matematika hanya berdasarkan rumus.  Aku harus tahu contoh riil yang bisa aku pelajari.  Mempelajari prosesnya dari A sampai Z. Begitupun saat membuat apapun. Rasanya jauh lebih mudah kalau ada contoh yang bisa diikuti. Mungkin, lain dari kelakuanku itu: kurang kreatif . Begitulah

Ketagihan Es Burjo

Awalnya adalah kulkas di bubur ayam langganan menyediakan es burjo, dalam bungkusan plastik kecil yang emang biasa untuk es itu.  Seribu rupiah satunya. Pernah aku mampir warung bubur ayam itu justru hanya untuk membeli es burjonya. Entah kenapa aku sangat suka, sedari dulu. Lalu pada suatu hari, saat ingin membelinya, warungnya (telah) tutup.  Akhirnya terbetik dalam pikiran untuk membuatnya sendiri.   Hal yang sebenarnya teramat mudah.  Hanya bermodal kacang ijo, gula merah santan dan jahe jika ada. Hanya perlu waktu kurang lebih satu jam membuatnya. Sudah beberapa kali membuatnya.  Sekali bikin burjo (sekitar 250 gr kacang ijo) itu bisa jadi sepanci.  Itu kalo dikonversi jadi es bisa jadi sekitar 30 biji es burjo. Sementara sehari, aku bisa menghabiskan 6-12 es burjo sendirian. Benar-benar sakaw es burjo.  Bahkan saat menuliskan ini, aku ingin pulang saja dari kantor, sekedar memakan es burjo yang sepertinya tersisa tak sampai 10 lagi di freezer. Ta...

Reparasi Kompor Gas Portabel

  Kmaren istriku cerita kalau ada kompor portabel yg rusak di kantornya. Entah rusak bagian mananya. Setelah kompornya aku ambil, dicek, ternyata ada kebocoran di input tabung. Untungnya sekarang, ada yg namanya youtube.  Ada saja orang-orang baik yg berbagi cara memperbaiki apapun, jika beruntung. Hal itulah yg kemudian kembali aku lakukan, mencari cara memperbaiki kompor gas portabel.  Berdasarkan petunjuk kerusakan ada pada seal karet. Cara memperbaikinya cukup mudah ternyata. Dan voila, kompor kembali normal tak ada bocor.  Hal tsb kembali berlanjut, katanya ada lg beberapa kompor portabel yg rusak di lab. Akupun bilang anter aja, mencoba memperbaikinya, tp kalau ada lebih stok, aku mau satu.  Ternyata dikabulkan. Ada dua kompor lg yg dicek, ternyata cuma ada sedikit salah seting dan kotor.  Sesuai perjanjian, aku dapat satu hibah kompor gratisan. Hore! 😅

Kinerja Buruk

Kinerjaku benar-benar jelek.  Lebih jelek lagi aku bingung memperbaikinya. Mood juga berantakan. Sekedar hadir tanpa ada keinginan untuk berkontribusi lebih baik. Kalau saja menuruti ego dan tagihan sudah tidak ada lagi.  Mungkin aku tak lama lagi mengikuti jejak abah dulu.   Birokrasi sekarang ini benar-benar bikin tambah pusing.   Aku mau jualan aja, tapi ga punya bakat dagang. Apa memang aku ga bisa apa-apa?